Modernisasi yang Memperjuangkan Kemakmuran Bersama bagi Seluruh Rakyat
Kemakmuran bersama adalah harapan bersama rakyat Tiongkok, ciri khas pokok modernisasi ala Tiongkok, dan juga merupakan ciri khas yang membedakannya dengan modernisasi Barat. Kelemahan terbesar dari modernisasi Barat adalah modernisasinya bertumpu pada modal, bukan berorientasi pada rakyat, dan lebih mengutamakan serta memaksimalkan kepentingan modal dibandingkan kepentingan masyarakat umum, hal ini mengakibatkan kesenjangan sosial yang besar dan polarisasi yang serius. Beberapa negara berkembang pernah mendekati tingkat negara-negara maju dalam proses modernisasi, namun mereka malah jatuh ke dalam “perangkap pendapatan menengah” dan mengalami stagnasi dalam waktu yang lama, atau bahkan mengalami kemunduran yang serius. Salah satu penyebab utamanya adalah permasalahan seperti polarisasi dan solidifikasi kelas sosial tidak dapat diselesaikan dengan baik.
Modernisasi ala Tiongkok memprioritaskan kemajuan untuk rakyat, oleh rakyat, dan hasil-hasil pembangunan dinikmati bersama oleh rakyat. Tiongkok telah mencapai kemajuan besar dalam mendorong kemakmuran bersama bagi seluruh rakyat, terutama sejak Kongres Nasional ke-18 PKT, telah memenangkan perang pengentasan kemiskinan dengan hampir 100 juta orang kalangan ekonomi bawah di pedesaan terlepas dari kemiskinan. Kini, Tiongkok telah membentuk serangkaian konsep ideologis, pengaturan sistem, dan langkah-langkah kebijakan untuk mendorong kemakmuran bersama bagi seluruh rakyat. Tiongkok mendorong pembangunan berkualitas tinggi, membuat dan memperbesar “kue”, sementara juga membagi “kue” dengan adil. Tiongkok akan berfokus pada penyelesaian masalah penghidupan rakyat seperti ketenagakerjaan, distribusi, pendidikan, layanan kesehatan, tempat tinggal, jaminan hari tua, pengasuhan anak dan lain-lain. Tiongkok akan membuat sistem peraturan yang mengoordinasikan dan mendukung distribusi ketiga, yaitu kelompok dan perusahaan yang berpendapatan tinggi dapat memberi sumbangan kepada masyarakat dengan sukarela. Tiongkok akan menentukan peraturan distribusi pendapatan, menentukan mekanisme akumulasi kekayaan, mengarahkan dan mengatur perkembangan modal yang sehat sesuai dengan undang-undang. Tiongkok akan secara bertahap memperluas kelompok berpendapatan menengah dan memperkecil kesenjangan distribusi pendapatan, agar hasil pembangunan modernisasi dapat dinikmati oleh seluruh rakyat secara merata, dan mencegah polarisasi dari dasarnya.
全体人民共同富裕的现代化
共同富裕,是中国人民的共同期盼,是中国式现代化的本质特征,也是区别于西方现代化的显著标志。西方现代化的最大弊端,就是以资本为中心而不是以人民为中心,追求资本利益最大化而不是服务绝大多数人的利益,导致贫富差距大、两极分化严重。一些发展中国家在现代化过程中曾接近发达国家的门槛,却掉进了“中等收入陷阱”,长期陷于停滞状态,甚至严重倒退,一个重要原因就是没有解决好两极分化、阶层固化等问题。
中国式现代化坚持发展为了人民、发展依靠人民、发展成果由人民共享,在推动全体人民共同富裕上取得重要进展,特别是中共十八大以来打赢脱贫攻坚战,使近1亿农村贫困人口脱贫。现在,中国已经形成促进全体人民共同富裕的一整套思想理念、制度安排、政策举措,在推动高质量发展、做好做大“蛋糕”的同时,进一步分好“蛋糕”,着力解决好就业、分配、教育、医疗、住房、养老、托幼等民生问题,构建三次分配协调配套的制度体系,规范收入分配秩序,规范财富积累机制,依法引导和规范资本健康发展,逐步扩大中等收入群体、缩小收入分配差距,让现代化建设成果更多更公平惠及全体人民,坚决防止两极分化。