Kecerdasan Ekologis Tiongkok Kuno

(Peradaban Ekologis)

09-02-2023 | The Academy of Contemporary China and World Studies

Kecerdasan Ekologis Tiongkok Kuno

Bangsa Tionghoa selalu menghormati dan mencintai alam, serta menjunjung koeksistensi yang harmonis antara manusia dan alam. Peradaban Tionghoa yang telah berlangsung selama lebih dari 5.000 tahun telah mengumpulkan kekayaan kearifan ekologi dan budaya ekologis. Pemikiran filosofis “harmoni antara manusia dan alam” dan “hukum Tao dan alam”, pengalaman bertani dan peternakan “mengikuti langit dan memanfaatkan tanah, menggunakan lebih sedikit tenaga dan mencapai lebih banyak kesuksesan”, puisi klasik “jangan menembak burung di dahan, anak burung dalam sarang mengharapkan induknya kembali”, kata mutiara pengelola rumah “Satu mangkok bubur dan satu mangkok nasi, tidak mudah untuk didapatkan; setengah sutra dan setengah benang, semuanya tidak mudah didapatkan”, semuanya berisi pandangan alam yang sederhana dan bijaksana.

Misalnya, dalam filosofi tradisional Tiongkok, segala sesuatu tumbuh sesuai dengan hukum alam sebagai “bahasa langit” dan “bahasa bumi”. Kata-kata terkenal dalam “Laozi”: “Manusia mengikuti hukum bumi, bumi mengikuti hukum langit, langit mengikuti hukum Tao, dan Tao mengikuti hukum alam”, “alam” ini adalah hukum alam. Tiongkok kontemporer menyesuaikan alam, menjunjung restorasi alam sebagai fokus utamanya, mengurangi gangguan manusia, menggabungkan langkah-langkah biologis, agronomi dan rekayasa, menghilangkan stagnasi, memperkuat fondasi, dan memulihkan lingkungan ekologi sungai, ini adalah langkah yang diangkat dari konsep kuno Tiongkok tentang penyesuaian diri dengan alam.

Contoh lainnya, filosofi Tiongkok kuno sering berbicara tentang hubungan antara mengurangi pengeluaran, melindungi sumber daya dan membangun ekonomi, menganjurkan pemanfaatan rasional dan pengembangan rasional sumber daya alam. Pemikiran seperti mengambil alam sesuai waktu dan dengan cara yang tepat memiliki makna riil yang mendalam untuk memecahkan masalah koeksistensi yang harmonis antara manusia dan alam di Tiongkok saat ini. Makanan peradaban tradisional Tiongkok telah membuka pintu kebijaksanaan bagi Tiongkok kontemporer untuk menghargai alam dan berorientasi pada masa depan.

中国古代生态智慧

中华民族向来尊重自然、热爱自然,追求人与自然和谐共生。绵延5000多年的中华文明积淀着丰富的生态智慧和生态文化。“天人合一”“道法自然”的哲理思想,“顺天时,量地利,则用力少而成功多”的农牧经验,“劝君莫打枝头鸟,子在巢中望母归”的经典诗句,“一粥一饭,当思来处不易;半丝半缕,恒念物力维艰”的治家格言,都蕴含着质朴睿智的自然观。

比如,中国传统哲学中以万物顺应自然规律生长为“天文”“地文”,《老子》中的名言:“人法地,地法天,天法道,道法自然”,这个“自然”,就是指自然规律。当代中国顺应自然,坚持自然修复为主,减少人为扰动,把生物措施、农艺措施与工程措施结合起来,袪滞化淤,固本培元,恢复河流生态环境等,就是从中国自古以来顺应自然的观念中提升出来的举措。

再比如,中国古代哲学中常常谈到节流开源、保护资源与经济发展的关系,主张合理利用、合理开发自然资源。这种对自然取之以时、取之有度的思想,对当今中国解决好人与自然和谐共生的问题具有深刻的现实意义。中华传统文明的滋养,为当代中国开启了尊重自然、面向未来的智慧之门。