Pemberontakan Nanchang

(Edisi Spesial HUT 100 Tahun Berdirinya Partai Komunis Tiongkok)

27-07-2022 | The Academy of Contemporary China and World Studies

Pemberontakan Nanchang

Pada tahun 1927, Chiang Kai-shek dan Wang Jingwei secara berturut-turut melancarkan kudeta kontra-revolusioner, dan mode kerja sama Kuomintang dan Partai Komunis untuk memimpin revolusi dengan demikian dibatalkan. Situasi revolusi nasional telah berubah dengan tajam. Menghadapi penindasan berdarah, Partai Komunis Tiongkok dipaksa untuk memulai perjalanan yang sulit untuk memimpin revolusi agraria secara independen dan menjelajahi jalur revolusioner baru. Menghadapi momen kritis pemusnahan, pada pertengahan Juli 1927, Komite Tetap Biro Politik dari Komite Sentral PKT memutuskan: untuk memusatkan kekuatan yang dikendalikan dan dipengaruhi oleh partai ke Nanchang dan bersiap untuk meluncurkan pember- ontakan bersenjata; meluncurkan Pemberontakan Panen Musim Gugur di empat provinsi yaitu Hunan, Hubei, Jiangxi dan Guangdong di mana gerakan buruh dan tani memiliki fondasi yang kuat.

Pada 27 Juli 1927, Zhou Enlai dan temannya tiba di Nanchang. Pada hari yang sama, komite garis depan dibentuk untuk mengintensifkan persiapan pemberontakan. Pada tanggal 1 Agustus, komite garis depan dengan Zhou Enlai sebagai sekretarisnya, dan tokoh seperti He Long, Ye Ting, Zhu De, Liu Bocheng dan lainnya, memimpin lebih dari 20.000 pasukan Ekspedisi Utara di bawah kendali atau pengaruh Partai Komunis Tiongkok melakukan pemberontakan di Nanchang. Setelah lebih dari 4 jam pertempuran sengit, tentara pemberontak memusnahkan lebih dari 3.000 musuh dan menduduki Kota Nanchang. Setelah Pemberontakan Nanchang, Wang Jingwei segera memerintahkan Zhang Fakui dan Zhu Peide untuk menyerang Nanchang. Komite  garis depan tersebut memutuskan untuk terus memimpin pasukan pemberontakan untuk maju ke Guangdong menurut rencana awal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, dan berencana untuk sekali lagi mengatur Ekspedisi Utara yang berbasis di Guangdong. Dari tanggal 3 hingga 6 Agustus, tentara pember- ontak mundur dari Nanchang secara bertahap. Pada awal Oktober, tentara pemberontak dikalahkan dalam perjalanannya ke selatan. Sebagian dari angkatan bersenjata yang diperta- hankan memasuki daerah Hailufeng di Guangdong dan terus bertempur; sebagian lainnya, dipimpin oleh Zhu De dan Chen Yi, setelah melalui perjuangan berat, pada bulan April 1928 akhirnya tiba di pangkalan revolusi Jinggangshan, dan berg- abung dengan pasukan Pemberontak Panen Musim Gugur di perbatasan antara Hunan dan Jiangxi yang dipimpin oleh Mao Zedong.

Pemberontakan Nanchang melepaskan tembakan pertama oposisi bersenjata terhadap kaum reaksioner Kuomintang, memproklamasikan pendirian kokoh dan tekad kuat Partai Komunis Tiongkok untuk mendorong revolusi sampai sukses, menandai mulainya kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok dalam perang secara independen, membentuk Tentara Rakyat, dan merebut kekuasaan dengan senjata. Sejak saat itu, sebuah tentara baru yang benar-benar milik rakyat lahir, yaitu angkatan bersenjata yang dengan setia menjalankan tugas-tugas politik revolusioner di bawah kepemimpinan absolut Partai Komunis Tiongkok, dan merupakan prajurit anak bangsa yang melayani rakyat dengan sepenuh hati.

南昌起义

1927年,蒋介石、汪精卫相继发动反革命政变,国共合作领导革命的模式因此而夭折。全国革命形势陡转,中国共产党面对血腥镇压被迫走上独立领导土地革命、探索新的革命道路的艰难征程。在面临被赶尽杀绝的危急时刻,1927年7月中旬,中共中央临时政治局常委会决定:将党所掌握和影响的部队向南昌集中,准备发动武装起义;在湖南、湖北、江西和广东四省工农运动基础较好的地方发动秋收起义。

1927年7月27日,周恩来等到达南昌,当天就组成前敌委员会,加紧进行起义的各项准备工作。8月1日,以周恩来为书记的前敌委员会及贺龙、叶挺、朱德、刘伯承等人,率领中国共产党所掌握或影响下的北伐军队2万多人在南昌举行起义。经过4个多小时的激烈战斗,起义军全歼守敌3000余人,占领了南昌城。南昌起义后,汪精卫急令张发奎、朱培德等部向南昌进攻。前委按照中共中央原定计划决定率起义军向广东进军,计划以广东为基地再次组织北伐。8月3日至6日,起义军分批撤出南昌。10月初,起义军南下途中遭到失败。保存下来的武装,一部分进入广东海陆丰地区坚持斗争;另一部分在朱德、陈毅率领下,经过艰苦转战于1928年4月到达井冈山革命根据地,同毛泽东领导的湘赣边界秋收起义部队会师。

南昌起义打响了武装反抗国民党反动派的第一枪,宣告了中国共产党把革命进行到底的坚定立场和坚强决心,标志着中国共产党独立领导革命战争、创建人民军队和武装夺取政权的开始。从此,一支真正属于人民的新型军队诞生了,这是在中国共产党绝对领导之下、忠实执行革命政治任务的武装力量,是全心全意为人民服务的子弟兵。