Konferensi 7 Agustus

(Edisi Spesial HUT 100 Tahun Berdirinya Partai Komunis Tiongkok)

27-07-2022 | The Academy of Contemporary China and World Studies

Konferensi 7 Agustus

Setelah kegagalan Revolusi Besar pada tahun 1927, Revolusi Tiongkok memasuki masa surut. Untuk meringkas pengalaman dan pelajaran dari kegagalan Revolusi Besar, menyelidiki dengan sungguh-sungguh dan membetulkan kesalahan serius partai di masa lalu, menentukan kebijakan dan tugas perjuangan baru, sesuai dengan instruksi Komunis Internasional dan permintaan rekan-rekan di partai. Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok mengadakan Konferensi darurat secara rahasia di Hankou pada 7 Agustus 1927, yang dikenal dalam sejarah sebagai Konferensi 7 Agustus.

Konferensi tersebut disiapkan oleh Qu Qiubai, Zhang Tailei, Li Weihan dan perwakilan dari Komunis Internasional, dan diselenggarakan oleh Qu Qiubai. Konferensi tersebut merangkum pengalaman dan pelajaran dari kegagalan Revolusi Besar, dan membahas masalah-masalah seperti hubungan antara Kuomintang dan PKT, revolusi agraria dan perjuangan bersenjata dls. Mao Zedong mengkritik kesalahan sayap kanan Chen Duxiu dalam pidatonya di Konferensi ini: mengenai masalah Kuomintang, Komite Sentral Partai tidak pernah hendak menjadi “tuan rumah” di Kuomintang dalam kerja sama KMT-PKT; dalam masalah petani, Komite Sentral Partai tidak mendukung revolusi petani; dalam masalah militer, “tak melakukan kampanye militer tapi hanya melakukan kampanye rakyat saja”. Mao Zedong menekankan bahwa “Pemberontak Panen Musim Gugur harus berdasarkan militer”, Partai “akan memberikan perhatian besar pada urusan militer di masa depan, dan kita harus sadar bahwa kekuasaan politik lahir dari laras senjata”. Konferensi tersebut secara menyeluruh melikui- dasi kesadaran terhadap kesalahan-kesalahan oportunisme kanan Chen Duxiu di akhir periode Revolusi Besar, menentukan pedoman untuk revolusi agraria dan pemberontakan bersenjata, dan memilih Biro Politik Sementara Komite Sentral PKT yang dipimpin oleh Qu Qiubai.

Konferensi 7 Agustus adalah Konferensi penting dalam sejarah Partai Komunis Tiongkok. Konferensi itu memberikan kontribusi besar untuk menyelamatkan partai dan revolusi. Ini adalah titik balik sejarah dari kegagalan Revolusi Besar menuju kebangkitan Perang Revolusi Agraria.

八七会议

1927年大革命失败后,中国革命进入低潮。为了总结大革命失败的经验教训,彻底清算并纠正党在过去工作中的严重错误,确定新的斗争方针和任务,根据共产国际指示和党内同志的要求,中共中央于1927年8月7日在汉口秘密召开紧急会议,史称八七会议。

会议由瞿秋白、张太雷、李维汉及共产国际代表一起负责筹备,由瞿秋白主持召集。会议总结了大革命失败的经验教训,就国共两党关系、土地革命和武装斗争等问题进行了讨论。毛泽东在会议发言中批评陈独秀右倾错误:在国民党问题上,党中央在国共合作的国民党中始终没有当“主人”的思想;在农民问题上,党中央不支持农民革命;在军事问题上,“不做军事运动专做民众运动”。毛泽东强调“秋收暴动非军事不可”,党“以后要非常注意军事,须知政权是由枪杆子中取得的”。会议彻底清算大革命后期陈独秀的右倾机会主义错误,确定了土地革命和武装起义的方针,并选出以瞿秋白为首的中共中央临时政治局。

八七会议是中国共产党历史上一次重要会议,为挽救党和革命作出了巨大贡献,是由大革命失败到土地革命战争兴起的一个历史转折点。