Lima Kali Perlawanan Wilayah Soviet Pusat terhadap “Pengepungan dan Penindasan”

(Edisi Spesial HUT 100 Tahun Berdirinya Partai Komunis Tiongkok)

20-07-2022 | The Academy of Contemporary China and World Studies

Lima Kali Perlawanan Wilayah Soviet Pusat terhadap “Pengepungan dan Penindasan”

Pembentukan dan pembangunan basis revolusioner di bawah kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok mengancam pemerintahan reaksioner Chiang Kai-shek dan menyebabkan kepanikan di antara kaum reaksioner Kuomintang. Dari tahun 1930 hingga 1934, Chiang Kai-shek secara berturut-turut memobilisasi sejumlah besar pasukan untuk melakukan lima kampanye “pengepungan dan penindasan” militer di Pangkalan Revolusi Pusat dan daerah pangkalan Hunan dan Jiangxi, daerah pangkalan Hunan, Hubei dan Jiangxi, daerah pangkalan Fujian, Zhejiang dan Jiangxi.

Pada bulan Oktober 1930, Chiang Kai-shek meng- umpulkan 100.000 orang pasukan dan mengadopsi taktik “serangan langsung terpisah dan pengepungan bersama” untuk meluncurkan “pengepungan dan penindasan” skala besar terh- adap daerah basis pusat revolusioner. Tentara Merah meng- adopsi taktik pertempuran “memancing musuh untuk masuk ke dalam”, memusnahkan lebih dari 15.000 orang musuh, dan berhasil menghancurkan kampanye “pengepungan dan penin- dasan” musuh yang pertama.

Pada bulan Februari 1931, Kuomintang memobilisasi 200.000 orang pasukan lagi dan mengadopsi taktik “kukuh menyerang secara bertahap” untuk melakukan “pengepungan dan penindasan” kedua terhadap daerah basis pusat revolu- sioner. Di bawah komando Mao Zedong, 30.000 orang Tentara Merah tetap mengadopsi taktik “memancing musuh untuk masuk ke dalam” dan memenangkan lima pertempuran berturut-turut, menghancurkan “pengepungan dan penindasan” kedua musuh.

Pada bulan Juli 1931, Chiang Kai-shek secara pribadi menjabat sebagai panglima tertinggi, ditemani oleh penasihat militer Inggris, Jepang, dan Jerman, memimpin 300.000 pasukan, dan mengadopsi taktik “serangan langsung ke dalam” untuk menyerang pangkalan pusat revolusioner dari tiga rute. Tentara Merah masih menggunakan taktik strategis “memancing musuh untuk masuk ke dalam”, “menghindari kekuatan utama musuh dan menyerang kelemahannya”, memusnahkan 30.000 orang musuh dalam tiga bulan dan berhasil menghancurkan “pengepungan dan penindasan” ketiga musuh.

Pada akhir 1932, Kuomintang memobilisasi pasukan dari 30 divisi dan meluncurkan “pengepungan dan penindasan” keempat ke Pangkalan Revolusi Pusat dalam tiga jalur. Di bawah komando Zhou Enlai dan Zhu De, dan berdasarkan pemikiran strategis Mao Zedong tentang pertahanan aktif, Tentara Merah mengadopsi taktik pertempuran yaitu mengu- mumkan akan menyerang timur tapi sebenarnya menyerang barat, penyergapan oleh korps besar, memusatkan kekuatan superior, dan dengan tegas mengepung, sehingga sukses memusnahkan tiga divisi musuh, mencapai kemenangan anti-pengepungan dan penindasan keempat.

Pada bulan September 1933, Chiang Kai-shek memobilisasi 1 juta tentara dan lebih dari 200 pesawat untuk melancarkan “pengepungan dan penindasan” kelima terhadap daerah pang- kalan revolusioner, di antaranya 500.000 tentara digunakan di daerah pangkalan pusat. Di bawah pengaruh kesalahan dogma- tisme “kiri” Wang Ming, maka Li De dan orang yang lainnya pertama kali menerapkan strategi “petualangan militer”, meng- adopsi “kenekadan” di hadapan serangan musuh yang mera- jalela, dan akhirnya berkembang menjadi “pelarian”, yang menga- kibatkan kampanye anti- “pengepungan dan penindasan” Tentara Merah Pusat ke-5 gagal. Pada bulan Oktober 1934, kekuatan utama Tentara Merah Tengah terpaksa mundur dari Pangkalan Revolusi Pusat untuk melaksanakan peralihan strategis.

中央苏区五次反“围剿”

中国共产党领导革命根据地的建立和发展,威胁着蒋介石反动政府的统治,引起了国民党反动派的恐慌。从1930年到1934年,蒋介石先后调集大批兵力对中央革命根据地以及湘赣、湘鄂赣、闽浙赣等根据地进行了五次军事“围剿”。

1930年10月,蒋介石纠集10万兵力,采取“长驱直入,分进合击”的战术,对中央革命根据地发动大规模的“围剿”。红一方面军采取“诱敌深入”的作战方针,共歼敌1.5万多人,胜利粉碎了敌人的第一次“围剿”。

1931年2月,国民党又调集20万军队,采取“稳扎稳打,步步为营”的战术,对中央革命根据地进行第二次“围剿”。红军3万人在毛泽东的指挥下,仍取“诱敌深入”方针,连续取得五场战斗的胜利,粉碎了敌人的第二次“围剿”。

1931年7月,蒋介石亲自任总司令,随带英、日、德军事顾问,率兵30万人,采用“长驱直入战术”,分三路进攻中央革命根据地。红军依然使用“诱敌深入”的战略方针,“避敌主力,打其虚弱”,前后3个月,歼敌3万人,胜利粉碎了敌人的第三次“围剿”。

1932年年底,国民党调集30个师的兵力,分三路向中央革命根据地发动第四次“围剿”。红军在周恩来和朱德的指挥下,根据毛泽东积极防御的战略思想,采取声东击西、大兵团伏击、集中优势兵力、坚决围歼的作战方针,消灭敌人三个师,取得了第四次反“围剿”的胜利。

1933年9月,蒋介石调集100万军队、200多架飞机,向各革命根据地发动第五次“围剿”,其中用于中央根据地的兵力达50万。在王明“左”倾教条主义错误的影响下,李德等人先推行“军事冒险主义”策略,在敌人猖狂进攻面前采取“拼命主义”,最后发展成“逃跑主义”,导致中央红军第五次反“围剿”失败。1934年10月,中央红军主力被迫撤出中央革命根据地,实施战略转移。