Gerakan Produksi Massal

(Edisi Spesial HUT 100 Tahun Berdirinya Partai Komunis Tiongkok)

20-07-2022 | The Academy of Contemporary China and World Studies

Gerakan Produksi Massal

Gerakan produksi massal mengacu pada gerakan penyelamatan diri dengan produksi massal yang dilakukan oleh tentara dan warga sipil di daerah pangkalan anti-Jepang yang dipimpin oleh Partai Komunis Tiongkok selama Perang Anti-Jepang.

Pada tahun 1941, karena serangan gila Jepang, penge- pungan, blokade pasukan Kuomintang, dan invasi bencana alam, daerah basis anti-Jepang yang dipimpin oleh Partai Komunis Tiongkok mengalami kesulitan keuangan dan ekonomi yang sangat serius. Untuk mengatasi kesulitan ekonomi yang serius, Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok sekali lagi menekankan untuk menempuh jalan penyelamatan diri dengan produksi massal. Personel partai, pemerintah, militer dan massa rakyat di daerah pangkalan anti-Jepang menanggapi seruan tersebut dan memulai gerakan produksi skala besar. Pada bulan Desember 1942, Mao Zedong memberikan laporan tentang “Masalah Ekonomi dan Keuangan” pada pertemuan kader senior di Wilayah Perbatasan Shaanxi-Gansu-Ningxia, mengklarifikasi bahwa kebijakan umum pekerjaan ekonomi dan keuangan adalah “mengembangkan ekonomi dan menjamin pasokan”, menyerukan kepada Militer dan rakyat di daer- ah-daerah yang dibebaskan melakukan kampanye produksi skala besar, untuk mengandalkan diri mereka sendiri dan mengatasi kesulitan.

Pembangunan ekonomi swasembada oleh tentara, instansi pemerintah, dan sekolah merupakan kreasi dalam gerakan produksi massal. Pemerintah demokratis anti-Jepang mendirikan banyak industri swasembada, tentara mengem- bangkan pertanian dan beberapa industri dan perdagangan yang bertujuan untuk swasembada, dan petani terorganisir secara ekstensif untuk mengembangkan produksi pertanian. Kader partai dan pemerintah di semua tingkatan juga secara aktif berpartisipasi dalam gerakan produksi skala besar, berbagi suka dan duka dengan massa.

Perkembangan gerakan produksi massal yang gencar memungkinkan daerah-daerah yang dibebaskan di bawah kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok untuk mengatasi kesulitan material yang serius dan memperkokoh dasar mate- rial untuk kemenangan Perang anti-Jepang. Pada saat yang sama, telah memperkuat hubungan antara partai, pemerintah, militer dan rakyat, membina semangat kemandirian dan kerja keras Yan’an, dan mengumpulkan pengalaman pembangunan ekonomi, melatih sekelompok kader ekonomi.

大生产运动

大生产运动,是指抗战时期中国共产党领导抗日根据地军民开展的大规模生产自救运动。

1941年,由于日军的疯狂进攻和国民党顽固派的包围封锁,以及自然灾害的侵袭,中国共产党领导的抗日根据地的财政、经济遭遇了极为严重的困难。为克服经济上的严重困难,中共中央再次强调走生产自救的道路。各抗日根据地的党政军学人员和人民群众响应号召,掀起了大规模的生产运动。1942年12月,毛泽东在陕甘宁边区高级干部会议上作《经济问题和财政问题》的报告,阐明了经济工作和财政工作的总方针是“发展经济、保障供给”,号召解放区军民切实开展大生产运动,自力更生,克服困难。

军队、政府机关和学校发展自给经济,是大生产运动中的一个创造。抗日民主政府办了许多自给工业,军队发展了以自给为目标的农业和部分工商业,农民广泛组织起来发展农业生产。各级党政干部也都积极投入大生产运动,和群众同甘共苦。

大生产运动的蓬勃开展,使中国共产党领导的解放区克服了严重的物质困难,为争取抗战胜利奠定了物质基础,同时密切了党政军民关系,树立了自力更生、艰苦奋斗的延安精神,积累了一些经济建设的经验,培养了一批经济工作干部。