Главная страница> Reformasi dan Keterbukaan

Menangani Krisis Keuangan Asia

01-11-2018 | China.org.cn

Menangani Krisis Keuangan Asia

Pada musim panas tahun 1997, krisis keuangan yang jarang terjadi di Asia, nilai mata uang dan aset sebagian besar perekonomian turun 30% hingga 40%, dan bank dan perusahaan berada dalam keadaan sulit yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada tahun 1998, krisis terus menyebar dan diperdalam, sehingga menyebar ke berbagai negara dan wilayah seperti Rusia dan Amerika Latin, yang mengakibatkan dan gejolak pasar valuta asing dan pasar saham global,dan turbulensi politik di beberapa negara.

Karena penerapan kebijakan keuangan yang lebih hati-hati dan serangkaian tindakan pencegahan yang diambil di masa lalu, Tiongkok tidak terpengaruh secara langsung oleh krisis ini, dan keuangan dan ekonomi tetap stabil. Untuk meringankan krisis keuangan Asia, pemerintah Tiongkok telah mengadopsi serangkaian kebijakan positif yang menunjukkan rasa tanggung jawab Tiongkok.

Pertama, berpartisipasi aktif dalam bantuan IMF terhadap negara-negara Asia yang relevan, dan dalam kerangka kerja dan melalui saluran bilateral, memberikan bantuan dengan jumlah total lebih dari 4 miliar dolar ASkepada negara-negara seperti Thailand, dan memberikan kredit ekspor serta sunbangan obat-obatan darurat gratis ke negara-negara seperti Indonesia.

Kedua, pemerintah Tiongkok dengan sikap yang sangat bertanggung jawab, untuk menjaga stabilitas dan pengembangan regional secara keseluruhan, telah menerima tekanan besar dan membayar biaya besaruntuk membuat keputusan untuk tidak mendepresiasi Renminbi, dan memainkan peran pentinguntuk menstabilkan dan pengembangan sektor keuangan dan ekonomi di Asia bahkan di seluruh dunia.

Ketiga, sementara bersikeras bahwa renminbi tidak terdepresiasi, pemerintah Tiongkok mengadopsi kebijakan untuk memperluas permintaan domestik dan merangsang pertumbuhan ekonomi, dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi domestik yang sehat dan stabil, telah memainkan peran penting dalam mengurangi ketegangan ekonomi di Asia dan mendorong pemulihan ekonomi Asia.

Keempat, Tiongkok bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dan secara aktif berpartisipasi dalam dan mempromosikan kerjasama keuangan regional dan internasional. Tiongkok telah menggunakan kesempatan multilateral regional seperti Pertemuan Informal Pemimpin ke-6 Kooperasi Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), dan Pertemuan InformalPemimpinASEAN-Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan ASEAN-Tiongkok dls untuk mengusulkan proposisi Tiongkok, berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, dan dengan aktifberpartisipasi dalam dan mempromosikan kerjasama keuangan regional dan internasional.

应对亚洲金融危机

1997年夏,亚洲爆发了罕见的金融危机,大多数经济体的货币和资产价值跌落了30%~40%,银行和企业陷入了空前的困境。到1998年,危机继续蔓延和深化,并波及俄罗斯和拉美等国家和地区,引发了全球汇市、股市大波动和一些国家的政局动荡。

中国由于实行比较谨慎的金融政策和此前采取的一系列防范措施,在危机中未受到直接冲击,金融和经济继续保持稳定。为缓解亚洲金融危机,中国政府采取了一系列积极政策,展示了中国的责任与担当。

一是积极参与国际货币基金组织对亚洲有关国家的援助,在其框架内并通过双边渠道,向泰国等国提供了总额超过40亿美元的援助,向印尼等国提供了出口信贷和紧急无偿药品援助。

二是中国政府本着高度负责的态度,从维护地区稳定和发展大局出发,承受了巨大压力,付出了很大代价,做出了人民币不贬值的决定,对亚洲乃至世界金融、经济的稳定和发展起到了重要作用。

三是在坚持人民币不贬值的同时,中国政府采取努力扩大内需、刺激经济增长的政策,保持了国内经济的健康和稳定增长,对缓解亚洲经济紧张形势、带动亚洲经济复苏发挥了重要作用。

四是中国与有关各方协调配合,积极参与和推动地区和国际金融合作。中国利用亚太经济合作组织第六次领导人非正式会议、东盟—中、日、韩及东盟—中国领导人非正式会晤等地区多边场合,提出中国主张,与有关各方协调配合,积极参与和推动地区和国际金融合作。